Judul dari artikel ini sesungguhnya tercetus ketika saya melihat label harga (PRICE TAG) yang tercantum di produk baju yang ditawarkan kepada saya di salah satu pusat perbelanjaan. Pada saat itulah muncul pemikiran bahwa kita, secara sadar atau tidak, seringkali menaruh label harga atau price tag terhapad segala sesuatu, termasuk teman, pasangan, keluarga, bahkan pada diri kita sendiri.
Segala sesuatu memang memiliki nilai dan harga. Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat dikorintus menulis demikian,"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."(2 Korintus 5:16).
Menulis berarti menaksir harga atau kualitas dari sesuatu. Di sini terlihat dengan jelas bahwa bagi Paulus, seseorang atau bahkan Tuhan Yesus pun memiliki "nilai" atau "harga"i hidup dan itu dimulai dari bagaimana cara kita men"harga"i diri kita sendiri.
Segala sesuatu memang memiliki nilai dan harga. Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat dikorintus menulis demikian,"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."(2 Korintus 5:16).
Menulis berarti menaksir harga atau kualitas dari sesuatu. Di sini terlihat dengan jelas bahwa bagi Paulus, seseorang atau bahkan Tuhan Yesus pun memiliki "nilai" atau "harga"i hidup dan itu dimulai dari bagaimana cara kita men"harga"i diri kita sendiri.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar