YOUTHBETHESDAcommunity: S A L I B

Senin, 18 April 2011

S A L I B

PENGARUH roh  zaman menyebabkan manusia cenderung lebih menyukai dan lebih memilih jalan pintas, instan, dan mudah, daripada jalan panjang yang berliku, sulit, dan penuh penderitaan. Tapi lain dengan Allah, pada peristiwa penyaliban Tuhan Yesus di “Tengkorak” (= Golgota), Allah memilih jalan yang sulit, berliku dan penuh penderitaan.
         
   Penyaliban Tuhan Yesus senantiasa mengingatkan manusia pada tindakan Allah yang memilih jalan penderitaan dalam rangka menyelamatkan dunia. Ini terjadi bukan karena Allah harus begitu, tetapi karena Allah mau begitu.
   
   Tuhan Yesus disalibkan di tempat yang bernama ”Tengkorak” (Lukas 23:33). Nama tempat Tuhan Yesus disalib saja sudah menghadirkan rasa ngeri. Tempat di mana aroma kematian dan kengerian begitu kentara. Penderitaan dan ketakutan sangat kental terasa. Harapan akan kehidupan jelas tidak bisa didapatkan di sana. Lalu apa yang ada di sana? Tentu yang ada hanya kengerian dan kematian. Itulah yang terjadi dengan Tuhan Yesus dan dua orang penjahat yang juga disalibkan. Teriakan dan cacian yang lahir dari nafsu liar manusia yang menyukai kekerasan berpadu dengan ratapan dan isak tangis pilu, menjadi nyanyian di sana.
   Tetapi justru di tempat yang tidak ada pengharapan inilah Allah berkarya, mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Bukan manusia yang membawa korban kepada Allah sebagai penghapus dosa. Pada peristiwa salib justru sebaliknya: Allah mengaruniakan Anak-Nya untuk keselamatan manusia.
     Pada peristiwa salib Allah mengorbankan Diri-Nya sendiri di dalam Tuhan Yesus. ”Tengkorak” dan dua penjahat di kanan serta kiri-Nya adalah sarana yang pas bagi Allah untuk menyatakan kasih-Nya. Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit. Pengorbanan Allah melahirkan pengampunan yang memulihkan kehidupan manusia dan mengangkat kembali semangat yang telah layu dan kering. Pengorbanan Allah bahkan menghidupkan kembali pengharapan yang hampir pudar. Itulah yang terbersit dalam percakapan Tuhan Yesus dengan penjahat yang percaya kepada-Nya. Penjahat itu berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23:42). Jawab Tuhan Yesus sungguh melegakan: ”...hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di  dalam Firdaus.” (Ayat 43). Pengorbanan Allah tidak sia-sia. Pengharapan manusia kembali menyala. Manusia dipersatukan kembali dengan Allah. Hubungan yang terputus kini telah tersambung kembali: SALIBLAH JEMBATANNYA. (renungan rohani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar