Pernah ngak di nasehati atau atau ditegur keras oleh orang tua, pemimpin rohani, teman, atau orang-orang sekitar kita, padahal teguran itu untuk kebaikan kita sendiri. Truzz.. bagaimana respon kita terhadap teguran tersebut.??? Di terima, dicerna/disaring dulu atau langsung marah (naik darah gitu.!!!). Terkadang kita sebagai anak muda langsung menyikapi teguran atau nasehat tersebut dengan bersikap negatif, ya… biasa darah muda, darahnya para remaja kata bang Rhoma Irama (hahahaha). Orang muda cendrung memberontak atau membangkang, keras kepala, melakukan hal-hal yang bersikap negatif.. Ada juga yang menunjukkan sikap diam dan menjaga jarak. Jika diam dan menjaga jarak dalam waktu singkat, biasanya dia mulai mengintrospeksi diri dan kembali seperti biasa. Tapi jika diam dan menjaga jaraknya dalam waktu yang lama dan membuat kita merasa tidak nyaman dengan sikapnya tersebut kayaknya perlu dipertanyakan dan diselidiki tuh… jangan sampe kepahitan. Ck,,ck,,ck,,ck,,,
Setiap kita anak-anak, orang tua, leader, dan lain-lain yang sudah dewasa, harus mempunyai keberanian menegur teman atau anggota kita yang salah. Pada bagian ini saya akan menitik beratkan pada seorang Leader, tapi tidak menutup kemungkinan setiap kita mempunyai tanggung jawab yang sama. Seorang leader mempunyai responsible atau tanggung jawab terhadap rekan atau anggotanya. Jika kita pelajari Yehezkiel 3:16-21, ternyata kita orang-orang yang mengerti firman Tuhan terutama pemimpin-pemimpin rohani atau leader mempunyai tanggung jawab atau responsible terhadap rekan atau orang-orang sekitar kita apabila orang tersebut salah dalam bertindak atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan fiman Tuhan.
“Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.” (Yehezkiel 3:18-19)
Waktu itu Yehezkiel dipanggil Tuhan untuk menjadi penjaga kaum israel atau orang yang bertanggung jawab atas bangsanya. Firman Tuhan diatas sudah sangat jelas bahwa sebagai seorang leader atau kita orang yang mengerti kebenaran Firman Tuhan kita harus mempunyai kewajiban untuk menegur atau memperingatkan apabila orang tersebut berbuat salah. Tetapi seringkali teguran tersebut disalah artikan atau di tanggapi secara negatif, sehingga orang tersebut membangun tembok pembatas. Padahal, jika leader tersebut tidak menegur atau memperingatkan, maka Tuhan akan meminta pertanggung jawaban nyawa orang tersebut pada kita.
Salah satu ciri dari orang yang dewasa adalah siap menerima teguran atau kritik. Ayo… kita koreksi hidup kita apa kita orang yang dewasa.?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar